Lampung
Explore Pahawang, Surga Kecil di Lampung Selatan
March 22, 2017
7
, , ,

Tanggal 1-4 Maret menjadi tanggal untuk mengexplore beberapa destinasi di Kota Lampung salah satunya Pahawang. Ini sebenarnya trip dari kantor yang dilanjutkan dengan extend dan memilih menyusun destinasi sendiri untuk dikunjungi. Bersyukur sekali memang perjalanan kali ini sudah include tiket pesawat jadi cukup mengirit waktu perjalanan yang bisa dialokasikan untuk explore destinasi lainnya. Hanya saja kurang menikmati sensasi tidur di kapal ferri dari Merak ke Bakauheni.

Day 1

Bandara Raden Inten

Karena perjalanan ini juga weekdays jadi segala perjalanan bisa dikatakan lumayan lancar mulai dari Jakarta. Sampai di Bandar Udara Internasional Radin Inten II kami sudah langsung dijemput oleh trip yang sebelumnya sudah dibooking dari Jakarta dengan menggunakan bus bermuatan sekitar 40-50 orang menuju ke Dermaga Ketapang. Perjalanan kesana menghabiskan waktu sekitar 2-2,5 jam. Ngga nunggu siapa-siapa karena memang ini private trip juga, itin disesuakan dengan kondisi di lapangan dan request dari kami.

Dermaga Ketapang

Dermaga Ketapang

Dermaga Ketapang

Sesampainya di Dermaga Ketapang kami langsung menaiki kapal dengan kapasitas sekitar 25-30 orang untuk menuju ke Pulau Pahawang Besar. Ukuran kapal tidak terlalu besar tetapi karena ombak yang cukup tenang didukung dengan cuaca yang cerah membuat kami cukup nyaman untuk melakukan perjalanan. Masing-masing barang yang kami bawa diletakkan di atas kapal yang disusun secara rapi. Penumpang juga diizinkan untuk duduk di atas kapal.

Kapal di Pulau Pahawang

Kami duduk di atas kapal

Pulau Pahawang

Cuaca hari ini sangat cerah sekali, matahari mulai menuju atas kepala. Di atas kapal kami lebih leluasa untuk menikmati keindahan alam. Bebas untuk memandang ke segala sudut. Kapal melewati beberapa pulau-pulau kecil dan yang membuat kagum dipandang ke mana saja. Sepanjang perjalanan aku bisa melihat bahwa Lampung dikelilingi oleh banyak pulau-pulau kecil yang seolah-olah berbentuk bukit-bukit kecil seperti bukit barisan. Sepertinya ini juga hal yang menyebabkan ombak tidak terlalu kuat.

Pulau Pahawang Besar

Sekitar 1 jam kemudian kami sampai di Pulau Pahawang Besar yaitu lokasi homestay tempat kami menginap. Tidak ada hotel yang kami temukan, hanya rumah-rumah penduduk dan memang rumah penduduk disana yang dijadikan sebagai homestay. Lokasi homestay kami tepat di tepi pantai. Untuk area perumahan warga sudah lumayan ramai dan bisa dikatakan rumah-rumah penduduk disana juga sudah modern dan terbuat dari beton. Untuk homestay yang kami gunakan memiliki beberapa kamar, cukup standard, kamar mandi ada yang di luar dan di dalam. Tidak semuanya tidak di kasur tetapi ada juga yang di tikar. Memang harus tidur berdesak-desakan tetapi tidak seperti pantai biasanya, di homestay kami tidak terlalu panas walaupun tidak ada AC dan kipas angin.

Sejak awal mencari penginapan di lokasi kami tidak mendapatkan 1 penginapan pun yang memiliki AC mungkin di dukung dengan kondisi disana yang masih memiliki banyak pohon-pohon. Cuacanya memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan di Kepulauan Seribu yang sangat panas. Jadi jangan takut jika kesana tidak menemukan homestay non-AC karena memang tidak terlalu panas. Untuk persiapan jangan lupa bawa autan. 😀

Pulau Pahawang Besar

Sebelum melanjutkan perjalanan kami ingin makan siang terlebih dahulu dengan ikan bakar yang sudah disediakan dan masih hot from the oven 🙂 .

Memanggang Ikan di Pahawang

Ibu-ibu dan bapak-bapak rempong yang sedang menunggu jatah makan 🙂

Selfie di Pulau Pahawang Besar

Pulau Kelagian Kecil

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Kelagian Kecil dengan perjalanan sekitar 30 menit dari Pulau Pahawang Besar . Di pulau ini destinasi yang paling cocok untuk foto-foto. Tepat siang hari dengan pencahayaan yang bagus dan pantai yang bersih serta air yang jernih membantu untuk menghasilkan foto-foto yang bagus. Aktifitas yang bisa dilakukan adalah berfoto-foto dan berenang. Dan menurutku, ini top 1 destinasi yang memang menghasilkan foto yang bagus karena lokasinya yang bersih. Sepertinya kami juga beruntung karena ini weekdays sehingga tidak ramai dan hanya ada 3-4 orang saja yang kami temui disana.

Techteam

Pulau Kelagian Kecil

Pulau Kelagian Kecil

Ini cewek-cewek IT based JKT. Credit to Muhamad Imam

Biar kekinian foto di kayu tua di Pulau Kelagian Kecil

Testing kamera di Pulau Kelagian Kecil 🙂

Taman Nemo

Destinasi kedua adalah snorkling di Taman Nemo. Di tempat ini ada beberapa titik point tempat foto yang bertuliskan Wisata Taman Nemo Lampung seperti yang bisa dilihat di foto orang banyak. Awalnya aku kira nemo berada di tempat-tempat yang sangat dangkal ternyata harus menyelam juga. Hehehe. Dan walaupun sudah di taman nemo, ternyata nemonya tidak sebanyak yang aku pikirkan. Tetapi cukup menjawab rasa penasaranku untuk melihat nemo dan anemon di tempat ini untuk pertama kalinya.

Ikan Nemo di Taman Nemo Pahawang

Pulau Pahawang Kecil

Destinasi ketiga adalah Pulau Pahawang Kecil, kami singgah disini sambil menunggu untuk kembali ke homestay. Di lokasi ini ada bebera bakau yang bisa untuk tempat duduk dan berfoto. Di tempat ini juga ada gusung yaitu pasir yang muncul jika air laut surut. Ntah mengapa saat kami kesana lokasinya sedikit kotor dan beberapa diantaranya karena sampah, sangat dibutuhkan peran serta setiap wisatawan yang kesana untuk tetap membuang sampah pada tempatnya yah. 🙁 . Tempat yang bagus untuk foto adalah pasir yang hampir diujung karena tidak terlalu banyak orang sampai di ujung. Orang-orang menghabiskan waktu untuk bermain pasir, berenang di tepi pantai yang terbilang dangkal.

Pulau Pahawang Kecil

Jump…jump…jump…

Bakau di Pulau Pahawang Kecil

Kembali dari Pulau Pahawang Kecil kami kembali ke homestay untuk menutup hari pertama dengan makan malam, barbecue dan membakar lampion. Aku suka menu ikan dan ayam yang dibakar saat barbecue karena memiliki bumbu yang enak. Kami menikmatinya sambil bersenda gurau. Sebelum tidur kami sempat membakar lampion tetapi sayangnya dari pihak penyelenggara kurang memperhatikan lampion karena hampir semua lampionnya sobek dan tidak bisa lagi digunakan. Next time mungkin menjadi opsi untuk membawa lampion sendiri.

Lampion

Yang harus dipersiapan versi aku:

  1. Selama di homestay pastikan untuk membawa autan
  2. Membawa drybag untuk menjaga barang tidak basah.
  3. Bawa kacamata hitam untuk menghindari silau dari matahari
  4. Bawa baterai cadangan atau power bank untuk hp atau kamera
  5. Tidak perlu menambah kapasitas tas dengan membawa jaket karena tidak terlalu dingin
  6. Bawa sunblock untuk mengurangi sengatan langsung matahari ke kulit
  7. Tidak perlu membawa sepatu, cukup bawa sandal saja
  8. Pakai celana dan baju yang nyaman untuk mempermudah saat menyelam apalagi di taman nemo

dan…

JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Ini perjalanan hari pertama yang akan aku lanjutkan cerita selanjutnya di hari kedua dengan cerita baru. Ditunggu yah. 🙂


About author

borukaro

Anak Pulau Samosir yang terdampar di Ibukota Negara. NM dari DEL. Anggap saja anak IT abal-abal yang suka nulis. Paling suka jalan dan makan, nonton, tidur dan koleksi film

Pulau Kelapa Lampung

Explore Pulau Kelapa Lampung dan Muncak Teropong Laut

Day 4 Hari ke empat aka...

Read more
Teluk Kiluan

Explore Laguna Gayau Teluk Kiluan

Day 3 Ini cerita perjal...

Read more
Tanjung Putus

Explore Pahawang dan Tanjung Putus

Day 2 Setelah menulis...

Read more

There are 7 comments

  • […] Explore Pahawang, Surga Kecil di Lampung Selatan […]

  • […] menulis perjalanan hari pertama Explore Pahawang, Surga Kecil di Lampung Selatan, hari kedua dimulai dengan bangun pagi. Aku semangat untuk menanti sunrise, tetapi sepertinya […]

  • Ya benar jangan buang sampah sembarangan disetiap tempat wisata.. hehehe

    Duh, aku merasa malu lho mbak sebagai orang Lampung belum pernah ke Pahawang, Kelagian dan Tanjung Putus.

    Ah seru ya mbak snorkling disana..

    Btw, harga cottage disana berapa mbak untuk nginap.

  • Leave a Reply