Destinasi Wisata Jakarta
Tujuan Wisata di Ibukota Jakarta (part 1)
October 18, 2016
3
, , ,

Jakarta, jika kita berbicara tentang sang ibukota negara Indonesia, maka yang terbersit di pikiran kita adalah banjir, macet, kumuh, dan segala kekurangannya. Meskipun hal itu sudah berkurang di pikiran masyarakat khususnya warga ibukota, namun untuk para pembaca dari luar Jakarta masih memiliki argumen sama tentang ibukota. Plus, belakangan ini mungkin nama Ahok juga mulai dikaitkan dengan Jakarta. Kenapa?

Fountain in Front of Monas Jakarta
Fountain in Front of Monas Jakartasumber: www[dot]vacationbaliindonesia[dot]com

Tapi kita tidak akan bahas mengenai Ahok, yang kita bahas adalah Jakarta. Dari banyaknya argumen tentang banjir, macet dan kumuh tentang Jakarta, ada banyak tempat wisata yang bisa dijadikan tujuan untuk berkunjung ke Jakarta, atau sekedar intermezo pada kunjungan kerja ke ibukota. Apa saja? Mari kita bahas satu persatu.

1. Monumen Nasional
Monumen nasional, yang lebih populer dikenal sebagai monas atau tugu monas, merupakan monumen peringatan yang memiliki tinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dibangun pada 17 Agustus 1961, diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R.M. Soedarsono, dan mulai dibuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Dan benar, puncak monas adalah lidah api yang dilapisi dengan lembaran emas.

Monumen Nasional Jakarta
Monumen Nasional Jakartasumber: wtd[dot]unwto[dot]org

Monas merupakan tempat wisata yang paling populer di Jakarta, sekaligus menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Monumen ini dibuka setiap harinya sepanjang tahun mulai pukul 8 pagi hingga 3 sore kecuali hari senin pada minggu terakhir tiap bulannya.

Jika kita berkunjung ke monas, mungkin kebanyakan dari pembaca hanya akan singgah di lapangan tugu monas atau lebih tepatnya Lapangan Medan Merdeka, tempat tugu monas bediri megah. Namun jika pembaca mengikuti petualangan borukaro di dalam monumen nasional, maka Anda dan ratusan orang lainnya akan mendapat pengetahuan baru bahwa ada rahasia lain di dalam tugu monas.

Bagi pengunjung monas yang sudah pernah melakukan kunjungan beberapa tahun lalu, mungkin melihat monas sangat semrawut oleh para pedagang kaki lima (pkl). Padahal sejak diterbitkannya Peraturan Daerah (DKI) Nomor 8 Tahun 2007 Pasal 25, kawasan Monas harus steril dari kegiatan jual beli. Dalam pasal ini juga disebutkan “siapa saja yang membeli barang dagangan PKL bisa didenda hukuman pidana kurungan maksimal 60 hari subsider Rp 20 juta”. Namun, beberapa tahun belakangan ini, monas sudah mulai berbenah dan kini bisa menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup direkomendasikan.

2. Kota Tua Jakarta
Masih berputar-putar di daerah Jakarta, kita berangkat ke daerah Kota Tua Jakarta, juga dikenal sebagai sebutan Batavia Lama. Menurut sejarah, dulu daerah Kota Tua dijuluki “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” pada abad ke-16, dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber dayanya yang melimpah.

Kota Tua Jakarta
Kota Tua Jakartasumber: wijanarko[dot]net

Setelah kemerdekaan Indonesia, tempat ini dijadikan sebagai Balai Kota Jakarta, pusat pemerintahan ibukota DKI Jakarta. Namun saat ini, tempat ini sudah diubah menjadi tempat wisata yang tidak pernah sepi dari para wisatawan, terkhusus pada akhir pekan. Dilokasi ini, ada beberapa tempat yang bisa kita kunjungi seperti Museum Bank Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Fatahillah, Toko Merah, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Selain itu, buat para pecinta jajanan, Anda akan dimanjakan dengan aneka jajanan tradisional termasuk kerak telor, jajanan khas sang ibukota.

Karena lokasinya yang terbuka, daerah ini hampir buka 24 jam, namun untuk masuk ke setiap tempat wisata daerah kota Tua, diberlakukan jam buka sesuai dengan peraturan masing-masing tempat.

3. Taman Margasatwa Ragunan
Selain hiruk pikuk dan modernnya Jakarta, ternyata Jakarta juga kebun binatang. Ya, kebun margasatwa ragunan adalah satu-satunya kebun binatang di Jakarta. Jika beberapa tahun silam, kebun binatang ragunan mirip dengan pekan raya, kini ragunan telah berbenah diri dan kondisinya jauh berbeda.

Taman Margasatwa Ragunan
Taman Margasatwa Ragunansumber: id[dot]wikipedia[dot]org

Kebun Binatang ini terletak di daerah Pasar Minggu, dan memiliki luas sekitar 140 hektare, didirikan pada tahun 1864 dan memiliki sekitar 2.000 ekor satwa dan ditumbuhi kurang lebih 50.000 pohon. Untuk melihat informasi lengkap tentang kebun binatang ragunan, bisa kunjungi langsung website pengelola di http://ragunanzoo.jakarta.go.id/language/id.

Untuk jam operasionalnya, Taman Margasatwa Ragunan buka hari Selasa s/d Minggu, pada pukul 6 pagi hingga 4 sore. Sedangkan hari senin, hari libur khusus satwa, karena yang butuh liburan bukan hanya kita, mereka juga berhak, Iya tidak? 😀

Nantikan tempat wisata lain di ulasan selanjutnya.


About author

Sabar Tampubolon

Suka baca dan nonton, nulis cuma jadi salah satu pelampiasan selain ngoding.

Borukaro Syle in Potluck

Jadoel Party Costume with Love

Masih lanjutan dari acara potluck di kantor, bisa ...

Read more
Pulau Kelapa Lampung

Explore Pulau Kelapa Lampung dan Muncak Teropong Laut

Day 4 Hari ke empat aka...

Read more
Teluk Kiluan

Explore Laguna Gayau Teluk Kiluan

Day 3 Ini cerita perjal...

Read more

There are 3 comments

  • […] membaca 3 tempat tujuan wisata pada tulisan ini, kita akan membahas tempat lain yang bisa dijadikan acuan untuk berwisata di ibukota Jakarta. Jika […]

  • Iya Jakarta bukan hanya soal macet dan banjir. Yang senang mengarungi kehidupan uniknya Jakarta seperti kolam dengan banyak ikan. Tiap ikan itu beda spesies dan mempunyai daya tarik sendiri. Aku juga pengen suatu saat pengen mengeksplorasi Jakarta sampai ke kampung-kampung nya 🙂

    • borukaro says:

      Iya tan, bener banget. Sebenarnya banyak hal yang bisa diexplore, cuma udah keburu memilih tempat lain. Mungkin karena Senin-Jumat ketemu sama macet jadinya ngga pengen keliling Jakarta. Sampe sekarang sebenarnya penasaran sama suku Betawi. Ntar kalau explore Jakarta ajak-ajak ya tan 🙂

  • Leave a Reply