Belitung Destinasi Wisata Kuliner
Enjoy Belitung, Negeri Laskar Pelangi [part1]
February 16, 2016
2
, , , , , , ,

Ini ceritaku selama trip ke Belitung tanggal 1 -3 Februari 2016 dengan paket 3H2M Enjoy Belitung bersama Ezytravel. Selama di Belitung, aku mendengar banyak kata-kata yang biasa menggunakan huruf “U” menjadi “O”, ya seperti….mereka menyebut Belitung sendiri menjadi “Belitong”. 🙂

Untuk hari pertama start dari Jakarta kami berangkat dengan maskapai Garuda langsung menuju Bandara Tanjung Pandan.

And then, welcome to Belitung. 🙂

Setibanya di Bandara HS. Hanandjoedin Tanjungpandan kami dijemput dan langsung diantar untuk menikmati Mie Belitung. Mie Belitung ini sering disebut dengan Mie Belitung Atep dijual di kedai yang katanya sudah ada sejak tahun 1973 dan menurut om google terkenal akan kelezatannya. Mie ini merupakan campuran mie, kentang, ketimun, emping, dan udang berpadu dengan kuah kental berbahan udang yang menurutku menciptakan sedikit rasa manis pada kuah mie. Namun disajikan dengan Air Jeruk dingin atau hangat yang memang enak untuk menutup santapan mie Atep.

Mie-Atep-Belitung

Mie Belitung Atep

Selanjutnya kami menuju Belitung Timur dengan menempuh perjalanan sekitar 90menit untuk mengunjungi SD Muhammadiyah Gantong (SD Laskar Pelangi). Disana menjadi lokasi Syuting Film Laskar Pelangi.

SD Laskar Pelangi

SD Laskar Pelangi

Masih di Belitung Timur, aku mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata. Ini menjadi salah satu tempat favoritku karena semua yang ada di museum ini berwarna dan banyak titik yang cocok untuk take a picture. Museum ini terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Di museum ini menyajikan suasana novel Laskar Pelangi bahkan mulai dari halaman depan museum. Semua foto yang dipasang di halaman museum bercerita mengenai perjalanan karya sastra yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Belitung.

Di dalam museum dapat dilihat foto-foto penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif dan cuplikan dari novel. Semakin masuk ke dalam, akan menemukan tempat-tempat yang nyaman dan kumpulan gambar dari tokoh dalam film Laskar Pelangi.

Di sana ada juga ruang dapur dimana pengunjung dapat melihat sebuah dapur yang diubah menjadi warung kopi. Pengunjung dapat memesan kopi sambil bersantai dan menikmati suasana museum. Dan untuk masuk ke museum pengunjung tidak dikenakan biaya masuk loh 🙂

Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata

Selanjutnya menuju Galeri Batik Belitung yang sekaligus berdekatan dengan Rumah Ahok. Biasa disebut dengan Sanggar Batik Simpor, yang merupakan pusat Batik ibu-ibu Desa dan Souvenir Khas Belitung Timur. Disana aku bisa melihat langsung cara ibu-ibu membuat Batik dengan cara yang masih tradisional. Tempat membuat Batik tepat di sebelah rumah Ahok yang katanya masih menjadi tempat tinggal keluarga Bapak Ahok. Sehingga tempat ini disebut dengan Kampung Ahok.

Pewarnaan Batik Daun Simpor Belitung

Pewarnaan Batik Daun Simpor Belitung

Kami makan siang di Rumah makan Fega. Rumah makan ini berada di Jalan Jendral Sudirman, Manggar, Kabupaten Belitung untuk cp bisa di +62 719 91114. Untuk menunya sama dengan makanan standard, namun disuguhkan dengan pemandangan cukup bagus karena dekat dengan danau kecil dan tempat yang cukup nyaman. Sambil makan siang ditiup angin sepoi-sepoi.

View Rumah Makan Fega

View Rumah Makan Fega

Untuk makanan khas Belitung yang disuguhkan adalah Gangan Ikan. Awalnya aku udah cari-cari di om google dan makanan khas Belitung salah satunya adalah Gangan Ikan dengan Ikan Ketarap. Gangan sering juga disebut dengan Ikan Kuning. Biasanya di Belitung Gangan sangat enak karena menggunakan ikan segar, mengingat Belitung sangat dekat dengat laut. Gangan biasanya memiliki sedikit rasa asam karena pengajiannya dengan menggunakan nenas sehingga menciptakan rasa segar bagi yang memakannya, namun sayang yang aku coba kemarin tidak ada rasa asamnya. Kalau dilihat sekilas, rasa dan bentuknya hampir mirip dengan arsik Batak.

Gangan Ikan Belitung

Gangan Ikan Belitung

Sate Belitung

Sate Belitung

Destinasi Selanjutnya menuju Vihara Dewi Kwam In yang berada di Desa Burung Mandi. Vihara Dewi Kwam In menjadi vihara terbesar dan tertua yang ada di Pulau Belitung. Dikunjungi banyak orang untuk berwisata atau pun beribadah karena vihara ini menyediakan tempat sembahyang. Dan pada saat aku kesana kebetulan sedang ada pembangunan lagi. Jadi penasaran hasilnya nanti. 🙂

 

Selanjutnya kami menuju ke Pantai Burong Mandi, karena lokasinya cukup dekat dengan Vihara. Pada saat menuju kesana kebetulan tidak terlalu ramai dan cukup untuk menghitamkan diri sejenak di tepi pantai. Di sekitar pantai banyak perahu penduduk. Karena sudah agak sore ombaknya pantainya sudah agak tinggi. Walaupun terlihat sedikit kotor setidaknya bukan karena sampah tapi karena lumut. Sambil menatap laut, penduduk disana juga menjual kelapa segar untuk wisatawan.

Pantai Burung Mandi

Pantai Burung Mandi

Kembali dari Pantai Burong Mandi, kami langsung menuju Danau Biru karena ada perubahan jadwal penerbangan dari Garuda. Sehingga untuk acara hari ketiga dipadatkan hari ini. Dan reschedule penerbangan dipercepat. 🙁
Danau Kaolin sendiri berada Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung, Provinsi Belitung. Setelah sampai di bandara hanya perlu waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke Danau Kaolin dan kebetulan berada di pinggir jalan dan terbuka, sehingga siapa pun bisa singgah untuk melihatnya. Konon katanya keindahan Danau Biru saat ini sebenarnya merupakan kerusakan alam yang dilakukan oleh eksploitasi manusia yaitu pertambangan Kaolin yang telah ditinggalkan dan alam menyempurnakannya sehingga menjadi indah seperti saat ini. *cmiw

Danau Kaolin Belitung

Danau Kaolin Belitung

Sambil menuju tempat makan, kami ke outlet oleh-oleh khas Belitung. You know…hampir semua oleh-oleh menggunakan bahan dasar ikan, memang Belitung sangat kaya akan hasil laut. :). Kami singgah ke Babel Central Snack. Untuk setiap pesanan bisa langsung di paketin loh untuk dibawa pulang lengkap dengan nama, siap masuk bagasi. Mereka juga menyediakan tester jadi aku bisa makan sepuasnya dulu sebelum beli. hahaha.

Sebelum check in ke penginapan dilanjutkan dengan makan malam terlebih dahulu di Dynasti Restoran. Restoran ini berada Jl. Sutomo, sekitar 2km dari pusat kota Tanjung Pandan. Untuk menunya lumayan enak, dan yang paling aku ingat adalah kepitingnya, karena super besar. Untuk otak-otak Rajungan juga dibuat dengan menggunakan bahan dasar kepiting dan dicampur dengan olahan daging ikan, tapioka, dan bumbu-bumbu lainnya kemudian ditim dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam cangkang kepiting kemudian digoreng. Aku paling suka otak-otak Rajungan karena lebih lembut dimakan dan terasa di lidah rasa ikannya. *emang dasar aku suka makan 😀 *

Otak-otak Rajungan Kepiting

Otak-otak Rajungan Kepiting

Sebagai pertimbangan sebelum datang ke Belitung, provider yang sinyalnya kuat adalah Telkomsel dan XL, karena kemarin make 3 asli sinyalnya tidak ada dan hanya bergantung ke wifi restoran dan penginapan. Okey, then..menutup hari ini kami langsung cek-in ke penginapan Bahamas. Untuk penginapanku berada di Jl. Patimura No.1 Air Saga, Tanjung Pandan, Belitung. Dan sebenarnya tidak terlalu jauh dari Bandara. Untuk standard room, sudah dilengkapi dengan TV, kulkas lemari, ac dan mandi dengan air hangat, dan menurutku kamarnya cukup bersih. Ada akses free wifi dan kolam renang juga. Selain itu, dari penginapannya sendiri sudah menyediakan sarapan pagi. 🙂

Dan malam setelah sampai di penginapan sebenarnya ada itinerary yang ditambahkan sendiri yaitu ngebrandrek. Tapi aksesnya memang cukup jauh dari penginapan karena berjalan kaki, tidak ada pengangkutan. Ini perjalanan hari pertamaku di Belitung. And I love it. Tunggu tulisan hari kedua. 😀


About author

borukaro

Anak Pulau Samosir yang terdampar di Ibukota Negara. NM dari DEL. Anggap saja anak IT abal-abal yang suka nulis. Paling suka jalan dan makan, nonton, tidur dan koleksi film

Hanbingo Korean Food di Jogja

Icip-icip Makanan Korea di Hanbingo Desert Cafe Jogja

Ngomongin tentang Korea, aku cuma teringat akan fi...

Read more
Cafe Brick

Cafe Brick Jogja, Cafe Instagenic Nuansa British di Jogja

Masih perjalanan Desember 2017 kemarin di Jogja, a...

Read more
Babi Guling

Makanan Tak Halal di Jogja, Singgah ke Warung Bu Komang

Ke suatu tempat ngga afdol kalau ngga mencari maka...

Read more

There are 2 comments

  • Leave a Reply