Belitung Destinasi Wisata Kuliner
Enjoy Belitung, Negeri Laskar Pelangi [part2]
February 20, 2016
1
, , , , , ,

Masih jelajah Belitung, hari kedua adalah jelajah pulau dan pantai yang ada di Belitung. Belitung sangat terkenal dengan batu granitnya. Batu granit ada di sepanjang perjalanan pulau dan pesisir pantai khususnya Pantai Tanjung Tinggi, Pulau Kepayang dan Pulau Lengkuas. Dimana kita tau kalau batu granit merupakan hasil pembekuan magma yang bersifat asam.
Mercusuar Pulau Lengkuas Belitung

Dimulai dari sarapan pagi yang sudah include dengan hotel, kami makan di Paradiso Cafe Resto. Untuk menunya mereka menyediakan makanan berat dan ringan. Nasi dan lauk, gorengan, roti dan selai, aneka minuman seperti teh hangat, kopi, sirup, juga puding sebagai menu penutup.

Paradiso Cafe Resto

Setelah sarapan pagi, langsung menuju ke Pulau Garuda dengan berangkat dari Pantai Tanjung Kelayang. Pantai ini terletak di sebelah utara Pulau Belitung dengan jarak dari pusat kota sekitar 27 km. Pasir putih dan batu granit di pesisir pantai menjadi daya tarik di pantai ini.

Kemudian dari Pantai Tanjung Kelayang menggunakan kapal boat untuk jelajah pulau.

Hamparan Batu Granit

Hamparan Batu Granit

Kapal Jelajah Belitung

Kapal Jelajah Pulau

Walaupun masih pagi ombak menuju pulau lengkuas cukup tinggi, tetapi karena sudah dilengkapi dengan pelampung yang pasti tidak kuatir lagi yang penting tetap menghargai alam. Dan tentunya aku anak pulau. :). Ini pengalaman menuju ke Pulau Lengkuas.

A video posted by Ennitan Karokaro (@borukaro) on

Akhirnya sampai di Pulau Lengkuas yang menjadi pulau dengan pemandangan terbaik menurutku. Di pulau ini aku menemukan mercusuar yang sebelumnya aku searching di om google. Menara mercusuar ini didirikan oleh L.I Enthoyen pada era zaman Belanda di tahun 1882. Dengan tinggi 65 meter dari atas permukaan laut. Terdiri dari 18 lantai dan 313 anak tangga. Jadi sebelum naik kami diminta untuk melepas sepatu terlebih dahulu dan meninggalkan barang-barang seperti tas yang berat untuk ditinggal di bawah, karena memang butuh tenaga extra untuk naik ke atas menara. Tapi kamera jangan lupa. 😀

Pulau Lengkuas

 

DI Pulau Lengkuas bertemu dengan seorang Bapak yang menjaga mercusuar dan mengatakan disana ada pusat penangkaran penyu dan berharap supaya kami memberitakan di social media supaya diketahui orang banyak, namun belum sempat karena harus mengikuti itinerary. Jadi untuk siapapun yang nanti kesana jangan lupa untuk singgah ke penangkaran penyu yah. Ini spot terbaik dari atas mercusuar.

A photo posted by Ennitan Karokaro (@borukaro) on

Selesai dari Pulau Lengkuas dilanjutkan dengan makan siang di Pulau Gede Kepayang. Pulau ini sangat bagus untuk pemandangan pantainya, air laut yang masih jernih, dan tentunya batu granit di tepi pantai. Tidak banyak warga penduduk yang tinggal di pulau ini. Untuk menu makan siang, kami disuguhi ikan laut seperti kepiting, ikan jebung atau ikan ayam ayam, sate udang.

Dengan video ini, aku sampaikan salam dari Pulau Gede Kepayang. 🙂

A video posted by Ennitan Karokaro (@borukaro) on

Sambil menuju jalan pulang selanjutnya singgah di Pulau Batu Berlayar. Disebut Pulau Baru Berlayar karena bentuk batunya seperti layar. Pulau ini tidak terlalu besar, namun dikelilingi air laut yang bersih dan batu granit besar. Kalau ingin berburu teritip di batu-batu pulau ini sangat banyak. Bisa mencoba berburu disana. 🙂

Perjalanan terakhir menggunakan kapal adalah ke Pulau Pasir. Biasanya pulau ini hanya muncul jika air surut. Ukuran pulau ini pun sangat kecil, namun karena bersamaan dengan gerimis akhirnya tidak menemukan pasir kering yang cukup besar karena kedua sisi ombak menghantam pulau dengan volume air yang besar. Di pulau ini banyak bintang lautnya loh, biasa di Pulau Pasir ini menjadi salah satu spot untuk melakukan prawedding.

Bintang Laut Pulau Pasir

Bintang Laut Pulau Pasir

Pulau Pasir

Pulau Pasir

Perjalanan terakhir adalah mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pantai ini sangat terkenal di Belitung karena merupakan Lokasi Syuting Laskar Pelangi. Di pantai ini banyak sekali batu-batu granit besar yang bahkan melebihi ukuran rumah. Selain warna air laut yang bersih, kamu juga bisa mandi dan berenang disini. Untuk yang berkunjung ke Belitung, banyak sekali best view yang bisa diambil di setiap titik. Tidak ada tiket masuk ke pantai ini, hanya perlu memasukkan ke kotak sumbangan dengan sukarela.

Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi

Sekembalinya dari pantai langsung menuju Outlet oleh-oleh khas Belitung lagi untuk membeli oleh-oleh di bawa pulang. Dan dilanjutkan dengan makan malam di Rumah Makan Mak Panggong. Di rumah makan ini disajikan dengan cara tradisional dan makanannya pun adalah makan khas Belitung, salah satungan gangan ikan Ketarap. Kali ini gangannya benar-benar memiliki rasa asam manis karena dicampur dengan nanas yang menciptakan rasa segar. Gangan ini dimasukkan di dalam buah kelapa yang sudah dikeluarkan air kelapanya, jadi kami juga bisa menikmati kelapanya setelah menikmati gangan. Yang pasti sambal di rumah makan ini mantap abis. 🙂

Ini menjadi perjalan yang sangat menyenangkan bagiku karena bisa mengexplore salah satu daerah di Indonesia. Terima kasih untuk cerita yang ada di Belitung. Semoga nanti ada kesempatan lagi untuk berkunjung kesana.


About author

borukaro

Anak Pulau Samosir yang terdampar di Ibukota Negara. NM dari DEL. Anggap saja anak IT abal-abal yang suka nulis. Paling suka jalan dan makan, nonton, tidur dan koleksi film

Hanbingo Korean Food di Jogja

Icip-icip Makanan Korea di Hanbingo Desert Cafe Jogja

Ngomongin tentang Korea, aku cuma teringat akan fi...

Read more
Cafe Brick

Cafe Brick Jogja, Cafe Instagenic Nuansa British di Jogja

Masih perjalanan Desember 2017 kemarin di Jogja, a...

Read more
Babi Guling

Makanan Tak Halal di Jogja, Singgah ke Warung Bu Komang

Ke suatu tempat ngga afdol kalau ngga mencari maka...

Read more

There is 1 comment

  • […] tidak berpenghuni yang ada atau muncul jika air laut sedang surut. Sekilas lokasi ini mirip dengan Pulau Pasir di Belitung. Banyak orang memanfaatkan berfoto cantik di lokasi ini karena seolah-olah terdampar di […]

  • Leave a Reply