Kalimantan Kuliner
Kima, Kerang Olahan khas Pulau Derawan
May 25, 2016
2
, , , , ,
Kima

Kima si Kerang Raksasa (Sumber : travelafin[dot]blogspot[dot]com)

Aku mencari tau makanan khas Pulau Derawan dan beberapa tulisan menyebutkan Kima. Pertama sampai di Derawan langsung disuguhkan pemandangan proses pengeringan Kima. Melihat bentuk yang seperti jamur kering aku jadi penasaran bagaimana proses pengolahannya.

Kima (Tridacna) termasuk dalam famili Tridacnidae. Kerang ukuran besar ini penghuni perairan laut hangat. Banyak ditemukan di wilayah perairan Asia Tenggara. Di daerah Indonesia banyak sekali tersebar di lautan Raja Ampat namun kali ini aku temukan di Derawan dengan produk jadi. 😀

Kima

Kima, Kerang Olahan khas Pulau Derawan

Pada dasarnya Kima berperan di struktur ekosistem laut yang mampu menyaring air laut dan menjadi penolong bagi makhluk hidup lain dalam ekosistem laut.

Kima mengandung protein yang cukup tinggi dan berguna bagi kita manusia. 🙂 Tidak heran jika Kima menjadi salah satu makanan favorite. Sebelum dimasak atau dijemur, Kima direbus terlebih dahulu untuk menghilangkan racun dalam cangkang. Kima kemudian dipotong kecil-kecil. Di daerah Pulau Derawan Kima dimasak dengan menumis dengan campuran bumbu masak.

Kima

Proses Pengeringan Kima

Selain dimakan Kima dijadikan sebagai buah tangan yang dapat di bawa dengan mudah dan tahan lama. Kima direbus, dipotong kecil-kecil kemudian dijemur dan dibungkus dalam kemasan. Kima kering ini dapat dioleh kembali atau dimasak sesuai dengan selera, ditumis, berkuah atau digoreng sambal juga bisa. Rasa daging Kima sebenarnya tidak jauh berbeda dengan siput. Sedikit kenyal seperti permen karet namun lebih padat. Untuk harga per kilo dari Kima kering bisa mencapai Rp.250.000. Wah…cukup mahal juga yah. Mau menikmati langsung atau dibawa pulang singgah ke Pulau Derawan untuk melihat cara mengeringkan dan cara memasaknya. This is Indonesia. Ingin menikmati ini lagi. 🙂


About author

borukaro

Anak Pulau Samosir yang terdampar di Ibukota Negara. NM dari DEL. Anggap saja anak IT abal-abal yang suka nulis. Paling suka jalan dan makan, nonton, tidur dan koleksi film

Hanbingo Korean Food di Jogja

Icip-icip Makanan Korea di Hanbingo Desert Cafe Jogja

Ngomongin tentang Korea, aku cuma teringat akan fi...

Read more
Cafe Brick

Cafe Brick Jogja, Cafe Instagenic Nuansa British di Jogja

Masih perjalanan Desember 2017 kemarin di Jogja, a...

Read more
Babi Guling

Makanan Tak Halal di Jogja, Singgah ke Warung Bu Komang

Ke suatu tempat ngga afdol kalau ngga mencari maka...

Read more

There are 2 comments

  • Locu Kuadrat says:

    ada baiknya juga diberikan info bahwa ada beberapa KIMA yang masuk kategori hewan yang dilindungi. Jadi orang cukup tau kalau ada makanan tsb tp tidak untuk dikonsumsi.
    Kutipan KOMPAS: “Seperti yang telah disebutkan, kima merupakan hewan yang dilindungi di dunia. Di Indonesia, perlindungan kima didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 199 tentang Pengawetan dan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Peraturan ini memasukkan 7 jenis kima yang hidup di Indonesia. Ketujuh kima tersebut adalah Hippopus hippopus (kima tapak kuda/kuku beruang), Hippopus porcellanus (kima China), Tridacna crocea (kima kunia), Tridacna derasa (kima selatan), Tridacna gigas (kima raksasa), Tridacna maxima (kima kecil), dan Tridacna squamosa (kima sisik/seruling).”

    https://sains.kompas.com/read/2018/04/24/114009023/mengenal-kima-kerang-raksasa-yang-dimasak-dua-presenter-cantik

    • borukaro says:

      Terima kasih untuk sarannya, sebelumnya kami hanya mendapat info dari tour guide nya kerang kima, mohon maaf untuk info yang kurang jelas. Mungkin nanti jika kembali kesana bisa ditanyakan lagi ke tour guide nya yah. Terima kasih.

  • Leave a Reply